Google ClassroomGoogle Classroom
GeoGebraGeoGebra Classroom

ROTASI

Rotasi merupakan salah satu bentuk transformasi yang memutar setiap titik pada gambar sampai sudut dan arah tertentu terhadap titik yang tetap. Suatu perputaran atau rotasi terjadi jika sebuah titik, gambar, atau bangun diputar mengelilingi titik pusatnya. Karena hanya berputar, maka transformasi ini tidak mengubah bentuk atau ukuran dari sebuah bidang. Contoh sederhananya adalah cara kerja dari bianglala di mana lingkaran memutari titik tengah. Contoh lainnya adalah dalam gangsing. Cara kerja gangsing nyaris sama dengan bianglala karena berputar mengitari titik tengah. Untuk bisa melakukan rotasi diperlukan informasi tentang sudut rotasi, arah rotasi dan titik pusat rotasi. a. Besarnya sudut dari bayangan benda terhadap posisi awal disebut dengan sudut rotasi. Sudut rotasi bernilai 00– 3600. Rotasi yang dipelajari adalah rotasi dengan sudut – sudut istimewa yaitu 900, 1800, 2700 dan 3600 . b. Suatu rotasi ditentukan oleh arah rotasi. Arah rotasi diatur berdasarkan penentuan kuadran. Jika berlawanan arah dengan arah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya positif. Jika searah perputaran jarum jam, maka sudut putarnya negatif .c. Titik tetap disebut titik pusat rotasi, berupa suatu titik koordinat. Jika titik pusat rotasi tidak ditentukan, maka titik pusat rotasi adalah titik asal O (0,0). Gambar di bawah ini menunjukkan rotasi bangun ABCD terhadap pusat rotasi, R. Besar sudut ARA’, BRB’, CRC’, dan DRD’ sama. Sebarang titik P pada bangun ABCD memiliki bayangan P’ di A’B’C’D’ sedemikian sehingga besar ∠PRP’ konstan. Sudut ini disebut sudut rotasi. Pada rotasi, bangun awal selalu kongruen dengan bayangannya. Jika titik P (a,b) dirotasikan dengan pusat O (0,0) sejauh 900, - 900, 1800, - 1800, 2700 dan - 2700 akan diperoleh bayangan titik P, yaitu titik P’ dengan koordinat seperti pada tabel berikut : Berikut merupakan rumus praktis dari rotasi dengan pusat rotasi (0,0):

CONTOH SOAL Diketahui sebuah Segitiga ABC dengan A(2,1) B(5,3) dan c(6,1) diputar 90 derajat searah jarum jam terhadap titik pusat (0,0). Hasil transformasinya yaitu...
Penjelasan Penggunaan GeoGebra pada Gambar Rotasi Segitiga Gambar tersebut menunjukkan bagaimana software GeoGebra digunakan untuk melakukan transformasi rotasi terhadap sebuah segitiga, dari segitiga asal ABC menjadi segitiga hasil transformasi A′B′C′. 1. Pada soal, segitiga ABC dengan titik-titik: -A(2,1) -B(5,3) -C(6,1) Diputar 90° searah jarum jam terhadap pusat (0,0). GeoGebra digunakan untuk memvisualisasikan hasil rotasi tersebut dengan akurat. 2. Rotasi di GeoGebra GeoGebra menggunakan alat rotasi yang disebut “Rotate Object around Point by Angle” (Putar Objek terhadap Titik dengan Sudut Tertentu). Dalam kasus ini: -Objek: Segitiga ABC -Titik Pusat: Titik (0,0) -Sudut: 90°, searah jarum jam (yang berarti sudut negatif di GeoGebra, yakni -90°) Hasilnya adalah segitiga A′B′C′. 3. Interpretasi Gambar -Segitiga biru muda (ABC) adalah segitiga asal. -Segitiga oranye (A′B′C′) adalah hasil rotasi. -Titik A′ = (1, -2), B′ = (3, -5), C′ = (1, -6) sesuai dengan rumus rotasi 90° searah jarum jam: (x, y)→(y, –x). -Sudut rotasi 90° juga ditampilkan dengan alat geser (slider) α = 90°, untuk menunjukkan besarnya sudut rotasi. Kesimpulan: GeoGebra dalam gambar tersebut digunakan untuk: -Memvisualisasikan proses rotasi 90° searah jarum jam terhadap titik pusat (0,0) -Menampilkan secara jelas posisi awal dan hasil transformasi dari segitiga -Membantu siswa memahami dan memverifikasi konsep rotasi sesuai rumus kelas 9: (x, y) → (y, –x)

BAHAN AJAR MATEMATIKA KELAS IXA-IXG