LKPD Transformasi Geometri (Translasi) Kelas IX - Konteks Batik Jonegoroan
Batik Jonegoroan merupakan batik khas daerah Bojonegoro yang mengangkat potensi dan kearifan lokal melalui motif-motif yang unik. Setiap motif pada batik Jonegoroan tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan makna dan cerita tentang kehidupan, alam, serta budaya Bojonegoro. Beberapa motif Batik Jonegoroan antara lain: Rancak Thengul, Parang Lembu Sekar Rinambat, Sekar Jati, Pari Sumilak, Sata Ganda Wangi, Parang Dahana Munggal, Jagung Miji Emas, Mliwis Mukti, Gatra Rinonce, Pelem-pelem Sumilar, Woh Roning Pisang, dan Surya Salak Kartika. (Tanthowy & Alrianingrum, 2015).

Menurut Tanthowy & Alrianingrum (2015), motif Parang Dahana Munggal merupakan salah satu motif batik yang memiliki pola susunan garis miring berulang, teratur, dan saling berkaitan. Parang (bahasa jawa) miring. Dahana (bahasa jawa) api. Munggal (bahasa jawa) menyala/berkobar, sehingga bermakna bentuk miring dari api yang menyala/berkobar sepanjang waktu. Simbol masyarakat Bojonegoro yang dinamis, semangat dan mampu memberikan cahaya bagi masyarakat disekitarnya.



Apakah (A'-A) sama dengan faktor translasi (a,b)?
Menurutmu, apa makna dari selisih ini? Apakah ini menunjukkan arah dan besar perubahan posisi?
Apakah hasil perhitunganmu sudah sesuai dengan hasil koordinat titik bayangan yang telah kalian eksplor pada aktivitas 2?

Tuliskan rumus umum translasi berdasarkan hasil ekplorasi yang telah kamu lakukan: Jika titik A(x, y) ditranslasikan sejauh (a, b), maka koordinat bayangannya adalah … A’ = ( … , … )
Translasi (4, –3) terhadap titik (2, 5) menghasilkan titik bayangan …